Nama : Ninik Hidayati
Kelas : 3E
NPM : 15410210
Kelas : 3E
NPM : 15410210
Saya sependapat dengan
opini Setia Naka Andrian. Menurut saya memang benar ketika para siswa akan
menghadapi UN, mereka merasa ketakutan. Ketakutan tersebut menjadi momok yang
harus dihadapi. Salah satu alasan mengapa siswa ketakutan mungkin karena mereka
belum yakin apakah materi dalam mata pelajaran yang ia kuasai sesuai dengan
kemampuan yang dipelajari atau belum. Tetapi seiring berkembangnya zaman, UN
bukanlah penentu kelulusan seorang siswa dalam menempuh sekolah akhir. Nilai UN
dapat digabung dengan nilai raport di akhir semester. Dengan demikian, UN bukan
penentu seorang siswa lulus atau tidak sebagai peserta didik.
Dengan memperhatikan beberapa nilai yang dapat diambil dari rapor, tidak ada alasan lagi untuk menghapus UN di Negara ini. Hal tersebut adalah salah satu upaya agar siswa tidak takut menghadapi UN dan tidak mengabaikannya. Di samping itu setiap sekolah mampu mengukur seberapa jauh kemampuan siswa di sekolahnya dalam mengikuti hasil akhir pembelajaran selama menempuh pembelajaran di sekolahan. Seberapa jauh kemampuan tersebut sebaiknya soal-soal yang dibuat pemerintah kota maupun provinsi hendaknya sesuai dengan tingkat kesulitan daerah tersebut. Maka, akan terbentuk keadilan didalam membuat dan menjawab soal UN dengan baik. Keadilan tercipta jika ada keseimbangan antara para siswa belajar dengan cara giat belajar. Oleh karena itu, akhir dari pembelajaran menunjukkan apakah siswa mampu menguasai materi yang sudah diajarkan di sekolah ketika mengerjakan soal UN.
Simpulannya UN tidak boleh dihapuskan karena UN memiliki bukti dan peran penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Peran menteri pendidikan dan pemerintah diperlukan dalam pertimbangan apakah akan ada penghapusan UN atau tidak. Semoga UN tidak pernah dihapus karena untuk satu kepentingan pihak tertentu.
Dengan memperhatikan beberapa nilai yang dapat diambil dari rapor, tidak ada alasan lagi untuk menghapus UN di Negara ini. Hal tersebut adalah salah satu upaya agar siswa tidak takut menghadapi UN dan tidak mengabaikannya. Di samping itu setiap sekolah mampu mengukur seberapa jauh kemampuan siswa di sekolahnya dalam mengikuti hasil akhir pembelajaran selama menempuh pembelajaran di sekolahan. Seberapa jauh kemampuan tersebut sebaiknya soal-soal yang dibuat pemerintah kota maupun provinsi hendaknya sesuai dengan tingkat kesulitan daerah tersebut. Maka, akan terbentuk keadilan didalam membuat dan menjawab soal UN dengan baik. Keadilan tercipta jika ada keseimbangan antara para siswa belajar dengan cara giat belajar. Oleh karena itu, akhir dari pembelajaran menunjukkan apakah siswa mampu menguasai materi yang sudah diajarkan di sekolah ketika mengerjakan soal UN.
Simpulannya UN tidak boleh dihapuskan karena UN memiliki bukti dan peran penting dalam perkembangan dunia pendidikan. Peran menteri pendidikan dan pemerintah diperlukan dalam pertimbangan apakah akan ada penghapusan UN atau tidak. Semoga UN tidak pernah dihapus karena untuk satu kepentingan pihak tertentu.