Launching Album
Kramagung
Kelompok musik
Biscuittime pada tanggal 21 Oktober 2016
memilih Mukti Kafe tepatnya di Jalan
K.H. Wahid Hasyim 2 A Kranggan Timur Kota Semarang sebagai
tempat peluncuran album pertama mereka. Alasan mengapa mereka memilih tempat
tersebut sebagai saksi bisu peluncuran album kramagung. Acara berlangsung pukul
19.00 WIB yang dihadiri oleh Dosen Bahasa Indonesia UPGRIS, rekan-rekan
Mahasiswa dari UKM KIAS, maupun sahabat-sahabat terdekat mereka.
Kafe dihiasi
dengan ruangan bernuansa china ini sangat menarik pengunjung yang akan
memasukinya. Aroma khas yang tercium bau dengan aroma kopi. Memasuki ruangan harus
melewati tangga yang dihias lumayan unik. Pendukung suasana yaitu lampu dihiasi
seperti lampion yang memancarkan warna kuning. Sudut-sudut kursi kayu dirangkai
menjadi anyaman seperti berada di zaman penjajahan. Belum puas melihat keunikan
kafe tersebut, terdengar suara-suara tanda acara segera dimulai. Adanya sosok kemunculan
pembawa acara untuk mengatur berjalannya acara.
Pembawa acara
mulai membuka acara lalu berbincang-bincang dengan pengunjung dan anggota
Biscuittime. Pada malam itu Biscuttime membuktikan titik kebangkitan perjalanan
kariernya selama 2 tahun terakhir ini. Kelompok musik yang digawangi oleh Yongki Arya Permana sebagai gitaris,
Deska Setia Perdana sebagai gitaris, dan Annisa Alpha Rizqiana sebagai vokalis.
Jika menengok kebelakang, kelompok musik ini dahulu bernama Biscuit bukan
Biscuittime. Mereka melakukan rekaman di beberapa studio tetapi hasilnya kurang
memuaskan. Tidak hanaya itu saja ibu dari Icha (vokalis) tidak mengizinkan
anaknya keluar malam ketika akan melakukan sesi latihan. Banyak waktu yang
terbuang karena terhambat berbagai aspek mulai dari waktu, keluarga, maupun
studionya.
Akhirnya
mereka memutuskan untuk pindah dari studio rekaman. Mereka juga mengganti nama
dengan “Biscuittime” sampai saat ini. Adanya keberanian untuk terus maju
berkarya dan banyaknya dukungan dari rekan-rekan yang membuat mereka semangat. Kerja
keras selama ini terbukti dengan peluncuran album pertama. Pembukaan acara dimulai dengan
menyanyikan lagu berjudul “Menukar Kau Menakar Aku”.
Gaya pakaian
yang dikenakan Icha (vokalis) sangatlah simple tetapi terlihat sangat anggun
dengan jilbab hitamnya. Hem pendek hitam bermotif seperti hewan dikenakan oleh
Deska Setia Perdana begitu serasi dengan nuansa yang sedang berlangsung. Tetapi
Yongki mengenakan hem panjang berwarna hitam polos. Ternyata tidak mereka yang tampil
dalam acara tersebut ada peran pendukung yang mengikuti lagu demi lagu. Di drum
terdapat anak dari UKM Importal dan
baking vocal bernama Norma dan Dhani Susilowati. Kedua baking vocal tersebut
meupakan anggota UKM KIAS.
Dengan perpaduan mereka, Biscuittime memiliki
aliran berbeda dari yang lain. Syair-syair puisi tampaknya mewakili lagu-lagu
mereka. Hasil dari setiap lagu sebagian besar diciptakan oleh Deska Setia
Perdana. Maklumlah ia adalah seorang penyair juga dahulunya.
Setiap satu
lagu diberi jeda dengan cara menyapa penonton yang menghadirinya. Tidak diduga
pengunjung yang menghadiri acara tersebut melebihi dari prediksi. Antusias dari
berbagai kalangan membuktikan partisipasinya untuk menyaksikan penampilan
Biscuittime. Tetapi sangat disayangkan
dengan lokasinya. Lokasi yang kurang begitu luas membuat beberapa pengunjung
terpaksa turun ke lantai bawah. Apa boleh buat, kapasitas kursi yang terbatas
mengharuskan sebagian pengunjung tidak dapat menontonnya. Seharusnya
Biscuittime dapat menyiapkan ataupun
mencari lokasi yang lebih luas dari Mukti Kafe sehingga launching album
pertamanya dapat disaksikan banyak pengunjung.
Semua itu
tidak menjadi kendala bagi pengunjung atau fansnya yang duduk di atas dan di
bawah. Maka fansnya penasaran dengan lagu terbaru mereka. Rasa penasaran itu
terbayar dengan sapaan dari pembawa acara dengan pengunjung untuk segera
menyaksikan penampilannya di atas panggung. Dengan demikian, hubungan timbal
balik diantara mereka sangatlah baik.
Terlihat semua
yang menghadiri acara launching album tersebut mendengarkan lagu dengan sangat
nyaman dan melihat beberapa koleksi foto yang telah diletakkan di sudut-sudut tembok. Salah satu foto yang menarik yaitu
foto Bapak Soeharto dan beberapa tentara. Bukti tersebut merupakan pengunjung
yang datang ke Mukti kafe pada zaman dahulu. Masih banyak foto yang terpampang
di beberapa sudut tembok ruangan yang mungil itu. Jadi, Mukti kafe merupakan
kafe dari generasi ke generasi yang masih menjaga keaslian kopinya. Acara
semakin meriah dengan canda gurau Bapak Dosen yang menghadirinya. Mereka selalu
memberikan tepuk tangan dengan meriah setiap kali satu lagu diselesaikan.
Tidak afdol
rasanya jika di Mukti kafe terlepas dari yang namanya kopi. Di sana disediakan
menu dengan berbagai aneka kopi dari berbagai Negara. Pelayan bergegas melayani
pengunjung yang datang. Terdapat menu
makanan juga tidak tertinggal untuk memilih yang disukai.
Tidak terasa
sudah lima lagu yang telah dinyanyikan dalam album tersebut, diantaranya judul
“Menukar Kau Menakar Aku, Aku Ingin
Mencintaimu Tapi Tak Tahu Caranya, Menjelma Puisi, Moksa, dan Soliloqui”.
Begitu cepat puncak acara berakhir sekitar pukul 21.15 WIB. Pembawa acara
memberi kesempatan kepada pengunjung untuk memberikan pesan dan saran. Sebagian
besar dari mereka memberi pesan dan berdoa semoga Biscuittime semakin sukses dan
dikenal diberbagai kalangan musik Indonesia.
Sebelum acara benar-benar
berakhir, semua mengabadikan momen dengan membuat video dan selfi bersama-sama.
Kemeriahan, kebersamaan, dan kekompakkan nampak di wajah orang yang berada di
sana. Biscuittime menyiapkan 19 CD yang dijual setiap satu keping dengan harga
RP. 40.000,00. Bagi yang belum memiliki album barunya dapat segera membelinya
langsung ditempat itu juga. Dengan demikian, satu per satu pengunjung mulai bergegas
untuk pulang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar