Minggu, 25 Desember 2016

Esai "Launching Album Kramagung"




Launching Album Kramagung

Kelompok musik Biscuittime pada  tanggal 21 Oktober 2016 memilih  Mukti Kafe tepatnya di Jalan K.H. Wahid Hasyim 2 A Kranggan Timur Kota Semarang  sebagai  tempat peluncuran album pertama mereka. Alasan mengapa mereka memilih tempat tersebut sebagai saksi bisu peluncuran album kramagung. Acara berlangsung pukul 19.00 WIB yang dihadiri oleh Dosen Bahasa Indonesia UPGRIS, rekan-rekan Mahasiswa dari UKM KIAS, maupun sahabat-sahabat terdekat mereka.
Kafe dihiasi dengan ruangan bernuansa china ini sangat menarik pengunjung yang akan memasukinya. Aroma khas yang tercium bau dengan aroma kopi. Memasuki ruangan harus melewati tangga yang dihias lumayan unik. Pendukung suasana yaitu lampu dihiasi seperti lampion yang memancarkan warna kuning. Sudut-sudut kursi kayu dirangkai menjadi anyaman seperti berada di zaman penjajahan. Belum puas melihat keunikan kafe tersebut, terdengar suara-suara tanda acara segera dimulai. Adanya sosok kemunculan pembawa acara untuk mengatur berjalannya acara.
Pembawa acara mulai membuka acara lalu berbincang-bincang dengan pengunjung dan anggota Biscuittime. Pada malam itu Biscuttime membuktikan titik kebangkitan perjalanan kariernya selama 2 tahun terakhir ini. Kelompok musik yang digawangi  oleh Yongki Arya Permana sebagai gitaris, Deska Setia Perdana sebagai gitaris, dan Annisa Alpha Rizqiana sebagai vokalis. Jika menengok kebelakang, kelompok musik ini dahulu bernama Biscuit bukan Biscuittime. Mereka melakukan rekaman di beberapa studio tetapi hasilnya kurang memuaskan. Tidak hanaya itu saja ibu dari Icha (vokalis) tidak mengizinkan anaknya keluar malam ketika akan melakukan sesi latihan. Banyak waktu yang terbuang karena terhambat berbagai aspek mulai dari waktu, keluarga, maupun studionya.
Akhirnya mereka memutuskan untuk pindah dari studio rekaman. Mereka juga mengganti nama dengan “Biscuittime” sampai saat ini. Adanya keberanian untuk terus maju berkarya dan banyaknya dukungan dari rekan-rekan yang membuat mereka semangat. Kerja keras selama ini terbukti dengan peluncuran album  pertama. Pembukaan acara dimulai dengan menyanyikan lagu berjudul “Menukar Kau Menakar Aku”.
Gaya pakaian yang dikenakan Icha (vokalis) sangatlah simple tetapi terlihat sangat anggun dengan jilbab hitamnya. Hem pendek hitam bermotif seperti hewan dikenakan oleh Deska Setia Perdana begitu serasi dengan nuansa yang sedang berlangsung. Tetapi Yongki mengenakan hem panjang berwarna hitam polos. Ternyata tidak mereka yang tampil dalam acara tersebut ada peran pendukung yang mengikuti lagu demi lagu. Di drum terdapat  anak dari UKM Importal dan baking vocal bernama Norma dan Dhani Susilowati. Kedua baking vocal tersebut meupakan anggota UKM KIAS.
 Dengan perpaduan mereka, Biscuittime memiliki aliran berbeda dari yang lain. Syair-syair puisi tampaknya mewakili lagu-lagu mereka. Hasil dari setiap lagu sebagian besar diciptakan oleh Deska Setia Perdana. Maklumlah ia adalah seorang penyair juga dahulunya.
Setiap satu lagu diberi jeda dengan cara menyapa penonton yang menghadirinya. Tidak diduga pengunjung yang menghadiri acara tersebut melebihi dari prediksi. Antusias dari berbagai kalangan membuktikan partisipasinya untuk menyaksikan penampilan Biscuittime.  Tetapi sangat disayangkan dengan lokasinya. Lokasi yang kurang begitu luas membuat beberapa pengunjung terpaksa turun ke lantai bawah. Apa boleh buat, kapasitas kursi yang terbatas mengharuskan sebagian pengunjung tidak dapat menontonnya. Seharusnya Biscuittime  dapat menyiapkan ataupun mencari lokasi yang lebih luas dari Mukti Kafe sehingga launching album pertamanya dapat disaksikan banyak pengunjung.
Semua itu tidak menjadi kendala bagi pengunjung atau fansnya yang duduk di atas dan di bawah. Maka fansnya penasaran dengan lagu terbaru mereka. Rasa penasaran itu terbayar dengan sapaan dari pembawa acara dengan pengunjung untuk segera menyaksikan penampilannya di atas panggung. Dengan demikian, hubungan timbal balik diantara mereka sangatlah baik.
Terlihat semua yang menghadiri acara launching album tersebut mendengarkan lagu dengan sangat nyaman dan melihat beberapa koleksi foto yang telah diletakkan di sudut-sudut  tembok. Salah satu foto yang menarik yaitu foto Bapak Soeharto dan beberapa tentara. Bukti tersebut merupakan pengunjung yang datang ke Mukti kafe pada zaman dahulu. Masih banyak foto yang terpampang di beberapa sudut tembok ruangan yang mungil itu. Jadi, Mukti kafe merupakan kafe dari generasi ke generasi yang masih menjaga keaslian kopinya. Acara semakin meriah dengan canda gurau Bapak Dosen yang menghadirinya. Mereka selalu memberikan tepuk tangan dengan meriah setiap kali satu lagu diselesaikan.
Tidak afdol rasanya jika di Mukti kafe terlepas dari yang namanya kopi. Di sana disediakan menu dengan berbagai aneka kopi dari berbagai Negara. Pelayan bergegas melayani pengunjung yang datang.  Terdapat menu makanan juga tidak tertinggal untuk memilih yang disukai.
Tidak terasa sudah lima lagu yang telah dinyanyikan dalam album tersebut, diantaranya judul “Menukar Kau Menakar Aku, Aku Ingin Mencintaimu Tapi Tak Tahu Caranya, Menjelma Puisi, Moksa, dan Soliloqui”. Begitu cepat puncak acara berakhir sekitar pukul 21.15 WIB. Pembawa acara memberi kesempatan kepada pengunjung untuk memberikan pesan dan saran. Sebagian besar dari mereka memberi pesan dan berdoa semoga Biscuittime semakin sukses dan dikenal diberbagai kalangan musik Indonesia. 
Sebelum acara benar-benar berakhir, semua mengabadikan momen dengan membuat video dan selfi bersama-sama. Kemeriahan, kebersamaan, dan kekompakkan nampak di wajah orang yang berada di sana. Biscuittime menyiapkan 19 CD yang dijual setiap satu keping dengan harga RP. 40.000,00. Bagi yang belum memiliki album barunya dapat segera membelinya langsung ditempat itu juga. Dengan demikian, satu per satu pengunjung mulai bergegas untuk pulang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar